PENDIDIKAN INKLUSIF: Potret Pendidikan Di Empat Lawang

Jumat, 26 April 2013

Potret Pendidikan Di Empat Lawang




Dalam literature ini, saya uraikan sekilas lintas gambaran dunia pendidikan di Kabupaten saling keruani dan sangi kerawati yang saya cintai ini, dengan harapan agar pemerhati dan pelaku pendidikan dapat memberikan konstribusi dan solusi untuk mengatasi problema yang terjadi di dunia pendidikan Kabupaten Empat Lawang saat ini, Pelaku pendidikan, pengambil kebijakan diharapkan dapat merobah stigma dan sudut pandang bagaimana supaya pendidikan di Empat Lawang  menurut berkwalitas dan mampu bersaing atau mengejar ketertinggalan  dengan Kabupaten lain, dengan visi misi Dinas Pendidikan /Pemerintah Daerah Kabupaten Empat Lawang hususnya, baik itu  akademik maupaun di lihat dari etika, yang saat ini menurut pandangan saya masih jauh dengan apa yang diharapkan . Ini, dapat dilihat dari beberapa hasil olympiade sain SD,SMP & SMA di Tingkat 1, kwantitas yang diterima di Perguruan Tinggi yang berkwalitas, dan sangat menyedihkan lagi masih banyak anak anak yang belum siap untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, belum lancar membaca apa lagi mipa, ditambah lagi dengan moral dan etika yang semakin merosot.
Hal ini disebabkan antara lain :
A. Keluarga .
1. Hilangnya budaya lama dalam pendidikan
1.1.   Mitos/cerita
Diera sebelum zaman transisi (masa kini ), anak anak sejak dini telah dibeikan pendidikan secara halus dalam keluarga tetutama pendidiksn etika, dengan memberikan pantangan pantangan (tabu) dan cerita cerita /kisah kisah.
Contoh :  -    Bila magrib harus dalam rumah, ada penyakit
-          Cerita para nabi


1.2.  Permainan.
Tidak ada lagi permainan anak anak yang dapat melatih pengkordinasian antara memori, visual , audio dan motorik
Contoh :  -     Macam macam permainan kelereng(memori,visual,motorik),    
-          Cup matung,petak umpat ( audio,memori dan motorik )

2.   Faktor ekonomi
2.1. Sebagian masyarakat,ekonomi sudah lumayan:
        -  Gaya hidup kemewah -  mewahan ( Perhatian pada anak salah kiprah )
        -  Pada anak anak sudah di suguhkan dengan barang barang elektronik ( HP ,PS ,Computer
           calculator, TV dll.) “ Waktu belajar tersita,pemalas, dan dipengaruhi hal hal negative dari
           barang barang tersebut , memberi  pengaruh negative pada anak ekonomi lemah “                                
        -  Uang jajan berlebihan :” Kecanduan jajan, berpeluang digunakan pada hal hal negative “

2.2.  Sebagian besar ekonomi lemah
       -  Jauh dari orang tua “ tinggal bersama kakek/nenek “
       -  Membantu orang tua mencari napkah “ ( tidak ada waktu belajar,sering meninggalkan
          sekolah) “
       -  Anak bebas kemana mana/tidak disiplin
       -  Ikut ikutan pada anak keluarga mampu “ Terpaksa mencari uang jajan “
       -  Memberhentikan anak dari sekolah karena dibawa kekebun untuk membantu mencari
          nafkah atau belum punya tempat tinggal di desa

3.  SDM
 Sebagian besar tingkat pendidikan dalam keluarga sangat rendah
       -  Pemaksaan menyekolahkan anak di bawah usia masuk sekolah” Usia 5 tahun sudah
          masuk  sekolah
       -  Pemaksaan membelajarkan anak usia dini dengan materi akademik “ pemupukan otak kiri,
          menyepelekan peransangan pada otak kanan “
       - Tidak bisa membagi waktu anak
       - Tidak bisa membedakan tontonan pada acara TV
       - Terpengaruh arus globalisasi



B. Sekolah ( SD )
1. Gedung,sarana prasarana,biaya :
     -  Tidak ada lagi gedung yang tigak layak
     -  Sarana prasarana dan biaya oprasional cukup,
     -  Semua anak sudah gratis
     -  Anak tidak mampu, anak berprestasi dapat bantuan

2. Manajement
    -  Jumlah guru tidak sesuai dengan Rombel “ Rata kebanyakan guru, Rombel hanya 6
       rombel, guru paling sedikit 13 orang , ini terjadi adanya pemaksaan dari pihak penguasa “
    -  Teori guru kelas, pada perakteknya bidang study

3. Kurikulum
    -  Kurikulum terlalu padat
    -  Pengembangan kurikulum belum  mengacuh pada kebutuhan daerah, karakteris anak, dan   
       syarat pengembangan lainnya. ( copy faste )
     -  Belum memenuhi kebutuhan semua anak/keberagaman anak.

4.  Proses Pembelajaran
    -  RPP dengan pelaksanaan tidak sinkron
    -  Guru aktiv, anak pasif,” belum mengembangkan nalar anak, pembelajaran belum begitu
       bermakna karena anak menyerap materi hanya melalui visual dan audio
    -  Belum menggunakan multi metode
    -  Kebanyakan tidak  menggunakan media pembelajaran
    -  Bidang study agama pada umumnya hanya memberikan pengajaran belum sepenuhnya
       melaksanakan pendidikan

4.  Pendidik ( Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru ) Pada umumnya
     -  6 Kopetensi pengawas, 5 kopetensi Kepala Sekolah, 4 Kopetensi guru belum terpenuhi
     -  Sudut pandang,pola pikir belum spenuhnya sebagai seorang pendidik “ kayu bedi tumbuh di
        hutan, mau mati pegi ( dapat atau tidak terserah) anakku bukan, yang penting habis bulan
        gajian”
     -  Tidak sesuai dengan kualifikasi
     -  Sebagian besar belum professional, walau sudah dapat tunjngan profesi
     -  Mengajar hanya sebatas menyelesaikan target kurikulum
     -  Masih terjadi pendiskriminasian terhadap anak
     -  Tidak berusaha untk berkembang, terutama mengikuti arus perkembangaqn tehnologie.
     -  Belum melayani semua anak, masih banyak anak yang terdiskrimidasi.
     -  Beranggapan bahwa  pangkat mentok di golongan IV/a.” guru profesional tidak ada batas
        untuk naik pangkat “
    -  Imej / sudut pandang mengenai Pendidikan Inklusif hanya pendidikan bagi anak cacat

5. Pengambil Kebijakan / penguasa.
   -  Pengangkatan pengawas, kepala sekolah tidak mengacu pada Permen Diknas.
   -  Penetuan prestasi/kelulusan pada anak berdasarkan nilai, bukan  proses atau kopetensi,
   -  Penempatan guru tidak merata
   -  Pemaksaan penerimaan guru honor ( Honda ) pada sekolah  guru sudah cukup, yang
     akhirnya menyembabkan satu sekolah kebanyakan guru “


Ini sebagian fotret dunia pendidikan di kabupaten yang saya cintai ini,sebagai bahan evaluasi dan semoga ada manfaatnya, dengan harapan generasi penerus anak bangsa hususnya anak Empat Lawang berprestasi tinggi, actual ,berkualitas dan agamis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar